Apa yang paling menyesakkan dari
rasa kehilangan?
Kenyataan, bahwa hal yang hilang itu
pernah menjadi milik kita.
Sesungguhnya kita
tetap berada di tengah keramaian yang tak terhindarkan: Kenangan. Berterima
kasihlah pada otak yang tak pernah berhenti berpikir, mengulang semua kejadian
dalam hidup, mendatangkan semua hal yang pernah mengisi kehidupan kita.
Mengingatkan akan semua hal yang pernah ada dalam genggaman.
Disinilah,
ketika kita menyendiri, rasa kehilangan itu akan menyergap datang. Menjadi
kawan yang tidak diinginkan, dan ingin kita enyahkan. Padahal kita sendiri yang
memanggil rasa kehilangan itu, dengan semua campur tangan kita.
Hilang
selalu berawal dari Ada. Ketika kita memilikinya, apapun itu.
Dan
memiliki, tidak pernah menjadi sesuatu yang sederhana.
Bicaralah
tentang memiliki, dan kenangan akan membawamu pada satu titik pertemuan: Awal.
Dari segalanya.
Lalu
bagaimana sesuatu bisa lepas dari genggaman kita?
Karena
kita tidak mampu? Atau tidak pantas?
Karena
kita salah? Atau lemah?
Atau
karena hal tersebut bukanlah hak kita?
Namun jika jawaban semua tanya
tersebut adalah iya, kenapa kita pernah mendapatkannya?
Sungguh, semua itu sudah diatur olehNya dan percayalah, bahwa di dunia ini tidak ada sesuatu yang kebetulan.


2 comments:
Namun jika jawaban semua tanya tersebut adalah iya, kenapa kita pernah mendapatkannya?.. karena kita pernah berusaha untuk mendapatkannya, tetapi tidak cukup pandai untuk memepertahankannya, karena mempertahankan lebih sulit dari mendapatkannya..
ehh ada mas roni, iya mungkin ya..
tapi itu sendiri kembali ke takdir Allah yah..belum jodoh dan belum rejeki..hehehe
Post a Comment